Langsung ke konten utama

Postingan

Mereka Yang Tak Sempurna

Esok hari, bila tak ada hambatan. Saya dan keluarga akan ngetrip  lagi ke kabupaten Singkil. Kali ini kami sekeluarga harus menghadiri perhelatan pernikahan sepupu. Mau tidak mau, suka tidak suka, penampilan harus yang terbaik kan?   Maka pangkas adalah salah satunya. "Apa2an ini?! Kenapa begini rambut saya? Apa kamu tidak bisa pangaks rambut ya?!" seorang pria yang saya nilai dari ubannya yang merata, umurnya pasti tak muda lagi. Ziyad, anak tertua saya sampai bingung dan takut. Bagaimana tidak, baru saja kami masuk ke tempat pangkas tersebut. Keadaan yang memang sedang panas karena terik mentari semakin panas karena teriakan sang bapak. "Ganti aja yang pangkasnya!" pintanya lagi. Si abang yang memangkas bapak tersebut bingung. Terdiam dia mematung. Dengan gunting dan sisir ditangannya.

Keindahan Aceh, Sebuah Pelipur Lara Terbaik dari Tuhan

Pernah suatu ketika, kala kembali menginjakkan kaki di bumi Serambi Mekkah, saya merasa seperti mundur dari sebuah peradaban modern. Lima tahun di Jakarta menuntut ilmu, lengkap dengan segala fasilitas yang mewah dan canggih. Tapi pulang kampong, hari itu menjadi sebuah mimpi buruk yang telah lama terbuang.

Ikhwan Dan Akhwat Yang Menyebalkan!

foto by http://www.alamiry.net/  Assalamu`alaikum wr wb Kita, yang begitu banyak menuntut, terkadang sering lupa bahwa tatkala menuntut banyak hal, ada kewajiban yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Tidak masalah menuntut apapun, asalkan kewajiban terpenuhi. Tapi mau bagaimana lagi? Kekurangan pada diri manusia selalu saja menjadi masalah. Padahal, Allah menciptakan manusia memang dengan penuh kekurangan. Untuk apa? Mungkin, bagi yang terbiasa dengan teori TOWS matriks akan bisa mengerti. Apa gunanya weakness dalam matriks tersebut. Bilang saja, egois. Egois itu bila berlebihan memang kurang baik. Tapi tahukah kita bahwa egois itu dituntut ketika kita berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Pemarah, rasullullah memang mengatakan jangan marah, bagimu surga. Itu bila tidak pada tempatnya. Itu, bila berlebihan. Akan tetapi, apakah kita tidak boleh marah tatkala melihat seorang wanita muslimah di kebiri auratnya? Seperti Yahudi khaibar yang mempermalukan seorang musli...

Ketika Aku Harus Menikah (Lagi)

adat kasih cincin kepada mempelai wanita Berbilang tahun sudah, pernikahan yang syahdu ini berjalan layaknya sebuah biduk yang mengarungi perairan Banda . Naik turun, goyang-goyang, dan tak jarang ditemani oleh lumba-lumba yang menari. Anak sudah dua. Sepasang pula. Dari yang ganteng sampai yang cantik. Lengkap sudah. Seawal perkenalan dulu, tak ada ungkapan cinta nan romantis yang berkelebat dari surat-surat kertas yang bau harum. Tak ada. Hanya ungkapan sederhana, m aukah engkau menjadi kekasihku kelak?  dan berapa maharnya? (teteup..) Singkat cerita, dia mengajukan sebuah pertanyaan klasik. “Bagaimana menurut abang poligami itu? Ada niat kah?”

Gila-gila, waras!

 Nak, ni cerita ketika ayah, baru saja menikah dengan bundamu. Tapi, kami berdua tidak tinggal serumah. Ayah, harus kerja di sebuah bank Negara yang berlabel syariah. terletak di sebuah kabupaten di aceh. ini hanya tulisan lawas, dari blog lawas ayah. Mungkin, cerita ini akan berguna bagi kalian kelak! = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = == = = ilustrasi rumah panggung aceh by www.buzzerbeezz.com  Allah, punya sejuta satu cara untuk mengabulkan permintaan hambaNYA. Dan, aku rasa, kawan sekalian pasti setuju dengan pernyataan tersebut. Terbilanglah suatu ketika aku bercita-cita untuk hidup sederhana dan punya rumah tinggal serupa dengan rumah adat aceh, rumoh panggoeng. Dua cita-cita yang tersemat begitu melekat dalam benak otakku yang terdalam. Jika menurut teori ilmu termodernnya, hal ini disebut hukum tarik menarik! Boleh setuju, boleh juga tidak. Tapi Allah itu maha mendengar, dan, segala sesuatu yang terjadi pasti atas ke...

Sebuah keputusan kecil di tengah tangismu

S alam Nak, Apakabar kalian hari ini? Ayah tahu, mungkin tulisan ini menjadi sebuah tulisan yang berat untuk bisa kalian mengerti. Tapi, ingatlah hal ini baik - baik. Ayah harap, suatu hari nanti kalian akan mengerti. Sepagi tadi, sesaat ayah ingin pergi kerja. Tangisan abang ziyad membahana seisi rumah. tak lama, bilqis pun ikut menanyakan ayah hendak kemana. Tapi nak, inilah hidup. Setiap saat, dia datang dengan berbagai pilihan. Setiap saat dia akan datang untuk memaksa kita dengan beribu tanya. Yang terkadang, tak pernah ada jawabnya.

Butuh 10 Tahun untuk mengerti sebuah doa

Tiada yang mengetahui bagaimana cara Al lah mengabulkan doa hamba-hambaNYA. Ada yang langsung di perlihatkan dengan jelas. Tumplek blek langsung di depan mata. Misalnya, ketika memohon agar lulus sekolah ke Luar negeri. taraaaaaaaaa…kita lulus. Alhamdulillah. Tapi ada juga yang memohon agar segera bisa menikah dengan pasangan terbaik  menurut Allah  maka, tak jarang yang dihadapi atau dijalani adalah rasa sakit hati yang berkepanjangan. Sampai-sampai ada yang menjadi phobia dekat-dekat kata menikah. Bahkan sampai ada yang terganggu psikologisnya karena doa tak kunjung di kabulkan. Tapi benarkah demikian? Wallahu a`lam